Category Archives: Catatan

Baru merasa waktu itu peluang

Semua akan di mengerti bila sudah dialami. Dulu saat saya masih kecil saya sering di beri tau oleh keluarga kalau waktu itu peluang. Tetapi karena saya masih kecil jadi saya tidak mengerti tentang kalimat tersebut.

Kalimat tersebut baru saya pahami pada kelas 5 SD. Walaupun saya sudah paham dan mengerti tentang waktu itu peluang. Tetapi saat itu kalimat tersebut menurut saya biasa-biasa saja dan saya merasa itu bukan masalah untuk saya. Lama kelamaan kalimat tersebut pun hilang dari pikiran saya (lupa). Keseharian saya tidak karuan dan tidak teratur. Dan saya sering sekali buang-buang waktu untuk kegiatan yang tidak berguna. Seakan-akan waktu itu masih panjang dalam hidup saya dan akan selalu mengisi waktu saya dengan hal-hal yang menyenakan saja.

Semua mulai berubah setelah saya kelas 8 atau kelas II MTs. Saya masih giat-giatnya belajar dan masih seneng-senengnya kumpul bersama teman-teman. Dari situlah saya merasakan padatnya kegiatan di keseharian saya. Saya bingung kesana-kemari membagi waktu. Antara waktu belajar dan waktu berkumpul dengan teman.

Namun, hal tersebut belum seberapa. Karena saat saya kelas 9 atau kelas 3 MTs saya benar-benar sangat bingung dengan waktu yang saya miliki. Waktu terasa sempit karena kesibukan sebagai pelajar yang akan menghadapi UN. Hari-hari seperti terus disubukan dengan belajar. Hampir tidak ada waktu untuk berkumpul lagi dengan teman-teman. Saya baru merasakan lega setelah selesai dengan UN walaupun saat itu saya belum tau lulus atau tidak.

Tetapi urusan saya dengan kalimat waktu itu peluang baru di mulai setelah saya kelas 10 atau X MA. Saya sangat merasakan kalau waktu itu sangat-sangat penting.

Setelah sekian lama saya melupakan kalimat waktu itu peluang, saya kembali mengingatnya setelah saya menjadi seorang blogger newbie. Tetapi semua kegiatan saya memaksa saya untuk menunda semangat saya ngeblog.

Dari sinilah saya menyadari kalau waktu itu peluang. Karena menurut saya sekarang waktu-waktu adalah peluang yang berharga. Setiap ada waktu luang itu seperti ada peluang menuju kesuksesan. Sudah lama sekali saya tau tentang kalimat waktu itu peluang. Tetapi sekarang saya baru merasa waktu itu peluang.

MAAF POSTINGAN INI CURHAT.
Baca juga :

Artikel Blogging Magazine tidak pernah mencapai 650 kata, Kenapa ?

Sebagai admin Blogging Magazine, Saya malah tidak sadar kalau semua artikel blog ini tidak sampai 650 kata. Hal tersebut baru saya sadari setelah saya membaca artikel Mas Ridha yang menjelaskan tentang jumlah kata pada artikel blog. Entah dari mana saya bisa mendapat rasa penasaran untuk mengetahui jumlah kata pada artikel di blog ini. Padahal sebelumnya saya sangat tidak begitu peduli dengan jumlah kata pada artikel blog. Yang saya tau kalau jumlah kata pada artikel hanya untuk penerapan SEO semata. Dasar saya membuat artikel pada blog ini yaitu hanya untuk berbagi informasi yang bermanfaat dan ikut-ikutan bersaing di Search Engine walaupun jumlah kata pada artikel sangat tidak memadai SEO.

Berikut inilah beberapa sebab kenapa artikel pada blog ini tidak sampai 650 kata.

Minimnya Perbendaharaan kata . Walaupun saya sudah mempunyai banyak blog (yang terbengkalai) saya masih tetaplah seorang anak remaja yang masih belum tau apa-apa. Perbendaharaan kata saya masih sangat sedikit di bandingkan dengan kakak-kakak blogger yang lain. Walaupun hal ter
sebut terlihat sepele namun pada faktanya, semakin banyak perbendaharaan kata maka akan semakin mudah pula untuk seorang penulis mengarang atau menyusun sebuah kata-kata yang berkualitas dan berkuantitas tinggi. Bila dilihat dari pengalaman ngeblog saya selama ini, bisa di bilang saya baru mempunyai perbendaharaan kata yang masih sangat sedikit karena banyak sekali hal-hal yang saya belum tau.

Waktu yang tersedia tidak mencukupi adalah salah satu faktor yang cukup merepotkan saya dalam membuat artikel. Mungkin semua blogger mengalami hal itu juga tetapi rata-rata dari mereka sudah mempunyai beberapa solusi untuk mensiasati masalah seperti ini. Salah satunya yaitu dengan menyicil atau membuat sedikit demi sedikit artikel bila sudah dirasa cukup maka tinggal dipublikasikan.

Mungkin dari beberapa blogger bisa melakukan hal itu. Tetapi tidak dengan saya karena saya paling tidak bisa membuat artikel secara bertahap atau sedikit demi sedikit. Entah karena apa, jika saya membuat artikel secara bertahap, maka hasilnya akan menjadi acak-acakan dan tidak saling berhubungan antara satu paragraf dengan paragraf lain. Saya lebih suka membuat postingan yang langsung jadi dan siap dipublikasikan dibandingkan dengan membuat postingan secara bertahap yang saya rasa memotog banyak ide. Jadi, bisa di bilang banyaknya jumlah kata pada artikel blog saya tergantung pada waktu yang tersedia. Jika saya memiliki waktu yang cukup banyak untuk membuat artikel maka jumlah kata yang dihasilkan pun akan banyak. Dan sebaliknya jika waktu yang saya miliki sempit maka jumlah kata yang saya hasilkan pun hanya sedikit pula.

Sering kehabisan ide saat di tengah pembuatan artikel adalah hal yang menyebabkan jumlah kata pada artikel saya tidak sampai 650 kata. Bagaimana tidak ide sangatlah penting. Jika ide tersebut hilang maka artikel pun akan berhenti di jalan dan akan selesai dengan apa adanya.

  • 3 hal yang dapat menghilangkan ide saat menulis postingan
  • Dan jika dibaca maka artikelnya tidak terasa indah dan menyenangkan hati sang pembaca.

    Itulah sobat blogger beberapa hal yang membuat artikel blog ini tidak sampai 650 kata. Kalau dibaca-baca memang sepele hal-hal tersebut. Tapi entah kenapa sejak saya membuat blog ini artikel saya bisa di bilang apa adanya… 40% dari hati, 40% pikiran dan 20% dari pengalaman.

    Bagaimana cara mengatur jadwal ngeblog

    Bagaimana cara mengatur jadwal ngeblog ? – Mungkin pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan yang sering mengganggu pikiran sobat blogger. Terutama buat para blogger yang mempunyai kesibukan super di dunia nyata. Kalau untuk saya sendiri , pertanyaan tersebut sejak awal hingga sekarang saya ngeblog belum bisa saya jawab secara pasti. Pasalnya saya sendiri pun belum bisa mengatur jadwal ngeblog secara benar dan baik.
    Continue reading Bagaimana cara mengatur jadwal ngeblog